Senin, 21 November 2011


Tokoh   :
1.       Karso
2.       Tisha
3.       Bu Daminah
4.       Pak Darmin
5.       Arien
6.       Ariel
7.       Karsih
8.       Minah
9.       Rene
10.   Tari

Di sebuah Desa Majumundur  terdapat sebuah keluarga yang hidup dengan sangat sederhana. Yang terdiri dari bapak, Ibu, satu orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Sang bapak bernama Pak Darmin  bekerja sebagai Satpam di sebuah rumah sakit jiwa. Sementara sang Ibu bernama Daminah bekerja sebagai tukang pecel keliling. Karso anak pertamanya baru saja menamatkan bangku kuliahnya dan menjadi sarjana ekonomi. Sedangkan Karsih sang adik baru dudk di bangku SMP kelas 2.

Keluraga Pak Darmin sedang duduk-duduk di teras depan rumah mereka. Mereka sedang berbincang-bincang mengenai rencana hidup Karso setelah lulus.
Pak Darmin         : gimana So? Apa rencana kamu ke depan? (sambil meminum kopi yang baru saja dikasihkan Bu Daminah)
Karso                     : Ndak tau pak, saya masih bingung.
Bu Daminah        : gimana tho le kamu ini. Sudah jadi sarjana aja masih bingung. Apa kamu mau kerja bantuin ibumu ini jadi tukang pecel? (dengan logat jawa yang sangat medok)
Pak Darmin         : daripada bantuin ibumu mending bantuin bapakmu ini jadi satpam jagain anjing majikan bapak.
Karso                     : oalah pak, bu, sarjana kok jadi satpam sama tukang pecel. Yaa ndak etis dong.
Karsih                    : ya udah mas… jadi tukang demo saja kalo gitu.
Karso                     : nggak beres semua. Aku sudah punya rencana. Aku besok mau daftar kerja di perusahaan susu kambing di kota.
Bu Daminah        : ooo perusahaan yang ngambil kambing dari desa kita itu le?
Karso                     : inggih bu.
Bu Daminah        : ooo gitu tho le.. ya ya bisa bisa. Nanti kalau sudah diterima jangan sampai lupa sama ibu, bapak sama adikmu ya le ya..
Karso                     : beres buk broo…

Keesokan harinya…
Karso mendaftar pekerjaan di perusahaan susu kambing yang paling terkenal di kota itu. Dia menunggu  untuk di interview . tiba-tiba namanya dipanggil. Segera Karso  masuk keruangan interview. Disana duduk seorang wanita cantik yang siap menginterview dia.
Karso                     : selamat siang Bu..
Tisha                      : siang , maaf saya masih muda. Jangan panggil saya bu dong.
Karso                     : lha terus apa?
Tisha                      : panggil tisha saja. (mengambil stopmap merah). Nema kamu Karso Sujarwo ya?
Karso                     : iya bu.. eh, Tisha.
Tisha                      : (tersenyum). Nama sama wajahnya enggak  singkron. Wajahnya ganteng kok namanya Karso. 
Karso                     : ah bias aja kamu. Kamu juga cantik. Hehe
Tisha                      : pekerjaan orang tua kamu pasti satpam ya?
Karso                     : kok tau?
Tisha                      : nih di surat lamaran kerja kamu ada. (dengan genitnya). Emmm kamu langsung aku terima deh. Habis kamu ganteng. Catatan pendidikan kamu juga bagus.
Karso                     : beneran bu? Waaaa makasih yes yes…
Tisha                      : tapi ada syaratnya, kamu harus menikah dengan aku. Dan nama kamu harus diganti menjadi Kian, biar kerenan dikit gitu. oke
Karso                     : hah?ganti nama?  Menikah dengan kamu? Tapi kan kamu anak pemilik perusahaan susu kambing ini. Masak menikah dengan anak seorang satpam.
Tisha                      : ndak papa yang penting sukaaa…

Dan akhirnya Karso pun menikah dengan Tisha dan namnya berubah menjadi Kian. Pak darmin dan Bu daminah sangat gembira sekali mendengar anaknya akan menikah dengan seorang anak dari konglomerat.
Bu Daminah        : akhirnya pak… anak kita menikah juga. Dengan anak konglomerat lagi. Bias kaya mendadak kita pak. Nanti aku bias jadi juragan pecel terkenal di desa ini.
Pak Darmin         : ya ya ya
Bu daminah        : terus nanti semoga Karso ndak lupa sama kta ya pak.
Pak darmin         : amin
Bu Daminah        : terus nanti kita bias tinggal di rumah gedongan dan status kita menjadi naik pak.
Pak Darmin         : ya ya ya
Tiba-tiba pintu rumah  pak Darmin Dan Bu Daminah diketuk. Karso dan istrinya, Tisha.
Karso                     : assallamualaikum pak, bu
P. dar & bu.da   : waallaikum sallam.
Karso                     : pak buk… ini istriku. Tisha.
Bu Daminah        : ooo ini tho mantuku… alaah cantike. (memegang pipi Tisha)
Tisha                      : (tersenyum masam)
Bu Daminah        : karso. Nanti  kamu bakal tinggal disini bareng sama ibu dan bapak kan nak?
Karso                     : ndak bias buk. Tisha pengen punya rumah sendiri di kota.
Bu daminah        : (wajah kecewa). Ooo ya udah le ndak papa… walaupun ibu sedikit kecewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar